Postingan

10 Kesalahan Pemula dalam Budidaya Jamur Tiram yang Harus Dihindari

Budidaya jamur tiram terlihat mudah, tetapi bagi pemula sering terjadi kesalahan yang membuat jamur tidak tumbuh dengan baik atau bahkan gagal panen. Padahal jika tekniknya benar, usaha jamur tiram bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Banyak orang belajar budidaya jamur melalui internet atau mencari informasi di Google, tetapi tetap perlu memahami praktik yang benar agar hasil panen maksimal. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula dalam budidaya jamur tiram. 1. Kumbung Terlalu Panas Jamur tiram sangat menyukai tempat yang sejuk dan lembap. Jika kumbung terlalu panas, pertumbuhan jamur akan terganggu. Suhu ideal biasanya sekitar 22–28°C dengan kelembapan yang cukup tinggi. Jika suhu terlalu panas: jamur tumbuh kecil cepat kering Jamur bisa kriting Baglog menjadi membatu/keras bahkan tidak mau tumbuh sama sekali. 2. Kurang Menjaga Kebersihan Kebersihan adalah hal penting dalam budidaya jamur. Kumbung yang kotor dapat menyebabkan munculnya jamur liar at...

Baglog Jamur Tiram/Kuping yang "Ngoncom": Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Baglog Jamur Tiram/Kuping yang "Ngoncom": Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Budidaya jamur seperti jamur tiram, kuping, dan sejenisnya sering menghadapi tantangan berupa kontaminasi pada baglog. Salah satu bentuk kontaminasi yang cukup umum adalah munculnya jamur berwarna seperti oncom, yang sering disebut sebagai "ngoncom". Kontaminasi ini dapat menghambat pertumbuhan jamur yang dibudidayakan dan menyebabkan kerugian bagi petani jamur. Penyebab Baglog Jamur Menjadi "Ngoncom" Baglog yang terkontaminasi jamur berwarna seperti oncom umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut: 1. Serangan Jamur Neurospora sp. Jamur Neurospora sp. adalah jamur berwarna merah, oranye, atau kuning yang menyerupai oncom. Spora jamur ini menyebar dengan cepat dan dapat menginfeksi banyak baglog dalam waktu singkat. Biasanya muncul pada baglog yang kurang steril atau memiliki kelembapan tinggi. 2. Sterilisasi Baglog yang Tidak Sempurna Proses sterilisasi yang kurang lama...